Informasi Terkini

Isu Ekologi Menjadi "Trending Topic" pada Acara Musrenbang Dapil 6


BPD Mulyasari (Karawang) – Musrenbang Dapil 6 telah diselenggarakan di Kantor Camat Kecamatan Ciampel pada hari Selasa 19 April 2019. Dalam acara Musrenbang tersebut hadir Ketua DPRD Karawang dan anggota, Tim Monitoring, Dinas PUPR, Camat, Kades, BPD se-Dapil 6.

Setelah acara sambutan-sambutan, peserta Musrenbang Dapil 6 diberikan kesempatan untuk meyampaikan aspirasi masing-masing desa. Dalam kesempatan itu, penyampaian aspirasi dibagi menjadi dua sesi dan dikawal (dimoderatori) langsung oleh Bapak Camat Ciampel.

Sesi pertama untuk Kepala Desa yang dibatasi hanya 3 orang, dan sesi kedua untuk BPD yang juga terbatas hanya untuk 3 orang. Sebanyak 2 Kepala Kades menyampaika aspirasi mengenai ekologi atau lebih khususnya mengenai sampah, begitupun salah satu ketua BPD menyampaikan aspirasi yang sama.

Masyarakat Desa Sadar Ekologi
Kesadaran mengenai isu ekologis khususnya sampah ini menjadi hal baik, artinya masyarakat pada tingkat bawah atau masyarakat desa telah begitu sadar bahwa sampah merupakan isu yang memiliki urgensi penting dan butuh segera dicarikan solusi.

Sampah kerap kali menjadi masalah, menumpuk di pinggir jalan, menyebarkan bau tak sedap, menjadi sumber penyakit, merusak keindahan, dan aneka kerusakan lain akibat timbunan sampah. Secara umum semua penyampai aspirasi mengenai sampah ini berharap agar tata kelola sampah di Karawang bisa diperbaiki.

Masukan-masukan yang sangat baik pun diberikan sesuai sudut pandang masing-masing mulai dari pengadaan alat transportasi angkut sampah ukuran besar dan kecil, TPST, honorarium tenaga kerja pengelola sampah juga integrasi antar stake holde supaya bisa lebih serius menangani sampah. 

Menanggapi aspirasi tersebut, Bapak Rustandi anggota DPRD menegaskan bahwa regulasi tentang sampah ini sudah ada Perdanya. Dan subtansi mengenai Perda tentang sampah itu lebih kepada penyadaran masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan masing-masing, yang bentuk realnya berupa pemilahan sampah sejak dari rumah masing-masing.

bpd mulyasari karawang

Mengatasi masalah sampai memang butuh keseriusan dari berbagai pemangku kepentingan. Tidak cukup rasanya bila pencarian solusi untuk masalah sampah ini hanya ditekankan pada penyadaran masyarakat. Kita tahu bahwa di tingkat desa, upaya-upaya semacam ini menjadi barang langka. Dengan kata lain porsi Dana Desa masih saja berkutat di infrastruktur, untuk pemberdayaan dan edukasi yang sifatnya non-fisik masih sagat kedodoran.

Solusi Integratif atau Inovatif, Entaskan Sampah
Idealnya penanganan sampah ini bisa dilakukan secara integratif mulai dari atas sampai ke bawah. Maka untuk itu dibutuhkan ketegasan regulasi, sarana prasarana, infrastruktur, dan dana dalam jumlah besar yang mungkin butuh waktu untuk bisa direalisasikan.

Solusi tercepat yang dapat dilakukan mungkin lebih kepada solusi yang diterapkan di tingkat desa. Di mana setiap desa harus mampu berinovasi mencarikan solusi perihal sampah. Ketika desa mampu berinovasi maka desa bisa secara mandiri mengelola sampah tanpa ketergantungan pada stakeholder di atasnya. Mungkinkah? Sangat mungkin.

Tidak ada komentar